Smowtion
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Oktober 2012

Cara Ampuh Kenalan Dengan Cewek Racing


haiii ... apa kabar semua sahabat blogger ?? udah lama gak pernah posting ni ,, biasa karna abis dari goa bertapa mencari sandal jepit yang hilang...hehehehe

ok sobat .. kali ini saya akan mem-Posting Cara Ampuh Kenalan Dengan Cewek Racing

dari beberapa urutan point dibawah ini praktekan dengan serius atau tidak serius, semua tergantung anda yang menjalaninya :

1. Pesiapkan kendaraan pribadi anda dengan motor  SATRIA FU 150cc. Soalnya kalau Gak Satria FU gak I Love U.
2. Pakai Helm INK minimal helm KYT
3. Nongkrong Di tempat balap liar.
4. Uang berkecukupan.
5. Kalau ke 4 point di atas sudah anda penuhi saya Jamin Anda pasti sukses mendapatkan cewek racing,soal tampang nomer sekian.
6. Dan jika ke 4 point diatas sudah dipraktekkan tetapi anda belum sukses mending jangan kenalan sama cewek racing.

Sekian posting kali ini dari saya,untuk kata-kata saya kalau ada yang lebay mohon dimaafkan
SELAMAT MENCOBA


Rabu, 16 November 2011

Seks, Makin Lambat Makin AsLololey !

 
Usia seharusnya bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menikmati akitivitas seksual yang nyaman dan memuaskan. Bahkan,menurut para pakar seksologi, semakin bertambah usia, kehidupan seks seseorang seharusnya semakin bertambah baik dan menyenangkan. Penelitian yang dimuat jurnal Psychological Science pada November 2008, misalnya, membuktikan bahwa kepuasan dan kebahagiaan perkawinan seseorang akan meningkat seiring dengan mulai lepasnya anak-anak karena kemandiriannya. Para terapis seks pun setuju bahwa lepasnya anak-anak dari "sarang" cenderung membuat suami istri lebih leluasa untuk menikmati waktu yang berkualitas, termasuk dalam hal seks.Sex therapist David Schnarch pernah membeberkan perbedaan antara genital prime dan sexual prime seseorang. Bagi kebanyakan orang, masa genital prime muncul di masa remaja dan usia 20-an ketika tubuh dalam kondisi terbaiknya. Namun, pada masa ini pikiran belum berkembang baik secara seksual. Schnarch mengatakan bahwa sexual prime seseorang sebenarnya jauh dari apa yang dibayangkan banyak orang sebagai masa-masa seksual yang "berat dan panas", seperti saat usia sekolah. Seiring bertambahnya umur, seseorang akan mendapat manfaat dari penerimaan diri, mengenal apa yang disukainya dan tidak takut untuk meminta. Konselor seks kenamaan dari New York Times, Ian Kerner, berpendapat, penuaan sebenarnya tidak akan memengaruhi seks seseorang, tidak seperti halnya kebiasaan tak sehat yang akan menimbulkan kerugian setelah beberapa tahun. Justru gaya hidup tidak sehat seperti terlalu banyak stres, kurang tidur, pola makan buruk, malas berolahraga, tak merawat diri, dan hubungan dengan orang lain yang bakal merusak kehidupan seksual. Membiarkan kualitas kesehatan terus memburuk, menurut Kerner, adalah penyebab utama masalah seksual. Oleh karena itu, tidak heran jika banyak orang yang sehat pada usia 50 dan 60-an masih lebih aktif secara seksual ketimbang mereka yang berusia lebih muda. Salah satu hal penting yang membedakan orang muda dan tua dalam hal seks, menurut Kerner, adalah seks selalu melambat seiring bertambahnya usia. Misalnya, seorang perempuan muda dapat mengalami perlendiran vagina hanya dalam beberapa detik, tetapi bagi wanita yang lebih tua butuh hingga beberapa menit untuk mengalami perlendiran. "Hal yang sama juga berlaku pada pria dalam hal ereksinya. Penting bagi pasangan untuk menyadari bahwa memang butuh waktu yang lebih lama untuk mengalami ereksi ataupun perlendiran sehingga tidak perlu mengartikan bahwa pasangan tidak terangsang," ungkap Kerner. Faktanya, lambat justru membawa kebaikan untuk kehidupan seks Anda. Ketika tanda-tanda rangsangan seksual tidak muncul secepat dari biasanya, hal itu memberi kesempatan lebih lama kepada pasangan untuk bermain dan saling bercengkerama di tempat tidur. Perilaku yang biasanya kita lakukan saat foreplay dapat menjadi aktivitas utama saat berhubungan seks dan memberi kesempatan pada pasangan untuk kembali mengeksplorasi satu sama lain secara seksual. Ketika pria mengalami penuaan, kadar testosteronnya akan menurun, sedangkan hormon estrogennya akan naik. Ini berarti bahwa banyak pria berusia lanjut yang bisa lebih fokus dan menghargai sisi kelembutan dari seks. Sebagai contoh, suami yang penasaran atau belum pernah mencoba pijatan erotis atau teknik lainnya kini dapat mencoba dan memperkenalkannya kepada pasangannya. Prinsipnya, nikmatilah apa yang bermanfaat dengan bertambahnya usia. Pria muda memang punya ereksi lebih kuat, tetapi pria lebih senior cenderung punya kendali yang lebih baik. Anda dan pasangan semakin paham dengan tubuh masing-masing, punya teknik yang sempurna, dan tidak lagi merasa terhalangi seperti di masa lalu!



Minggu, 06 November 2011

Secara Alami, Mr.P Tidak Bisa “Di-upgrade”

pembesaran penis



Terpengaruhkah Anda dengan berbagai iklan tentang pembesaran Mr. P? Sebelum Anda memutuskan mencoba, ada baiknya Anda simak penjelasan dari seorang spesialis andrology, Wimpie Pangkahila. Menurutnya, ukuran penis itu tidak bisa diperbesar dengan cara alami. Sehingga, dimungkinkan, terapi pembesaran penis yang menggunakan obat-obatan, kandungannya memakai bahan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan efek sampingnya.
Sementara itu, ada jenis daun di Papua yang konon mampu untuk membesarkan penis. Setelah ditaruh di penis, akan berefek pada peningkatan ukuran. Hanya saja, hal ini dibantah Wimpie. Sebenarnya, yang terjadi bukanlah pembesaran penis, melainkan ada zat dari daun tersebut yang membuat gatal dan sedikit membengkak. Dengan kata lain, penis terinfeksi zat tersebut. Panjang pendek penis dipengaruhi oleh hormon testosteron. Jika dinyatakan ada kukurangan hormon yang menyebabkan penis kurang berkembang, maka bisa dilakukan terapi hormon. Hanya saja, kata Wimpie, ini lebih tepat diterapkan saat seseorang masih kecil. “Kalau menjelang dewasa, ukuran penis tidak bisa diperbesar kecuali disuntik silikon cair. Itu berbahaya,” katanya. Oleh karena itu, jangan terlalu tergoda dengan iming-iming iklan pembesaran penis. Selama ukuran dan fungsi masih normal, Anda tidak perlu minder melakukan sesuatu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Jumat, 04 November 2011

Fiksi Romantis Bisa Bikin Hubungan Cinta Jadi Tak Logis

novel romantis

Cerita romantis itu bukan hanya menghibur.Karena, kalau Anda sudah menjadi fans beratnya, bisa merusak hubungan personal Anda dengan orang yang Anda cintai. Novel romantis, misalnya, sering menceritakan kisah cinta yang penuh idealis dan berakhir dengan adegan yang menyenangkan. Kisah di dalamnya terasa “sempurna”. Dan, kalau Anda terbiasa mengonsumsi “kesempurnaan” cinta itu, maka akan terbawa dalam sikap percintaan di dunia nyata. Susan Quilliam, psikolog di Inggris, mengatakan, novel romantis sering memberikan gambaran percintaan yang tidak realistis. Idealisme cinta yang berbuah kebahagiaan  dalam novel, mampu membuat minder pembacanya terkait kisah cinta di dunia nyata. Sebagian wanita — yang dominan suka novel romantis – merasa ada yang kurang dalam kehidupan cintanya usai membaca novel tersebut. Akhirnya, mereka mencoba meracik hubungan cintanya dengan berbekal cerita roman dan akal sehat
“Bukan berarti wanita tidak memahami antara fiksi dan kenyataan. Hanya saja novel menambahkan pandangan pada wanita bahwa emosi dan nafsu adalah dasar dari pengambilan keputusan,” kata Quilliam.
Oleh karena itu, harus ada kesadaran dari penyuka roman bahwa cinta itu punya sisi manis dan pahit. Cinta tidak bisa berjalan sesuai idealisme yang ada di roman fiksi. Justru menyelami cinta di dunia nyata itu lebih menantang untuk dijalani ketimbang  terjebak dalam alur cerita di dunia fiksi. Tidak percaya?

Kamis, 03 November 2011

Teroris Bom Buku Tentukan Korban Lewat Google

terorrist

VIVAnews – Otak teroris bom buku, Pepi Fernando, ternyata menentukan nama-nama korban yang akan dikiriminya bom buku lewat mesin pencari (search engine) google di internet. Hal itu diungkapkan oleh Jaksa Penuntut Umum Bambang Suharijadi, dalam persidangan terdakwa Pepi di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, hari ini.
Bambang menjelaskan, Pepi meng-googling nama-nama orang yang berkaitan dengan Yahudi. “Dia search ‘Yahudi Indonesia,’ lalu muncul nama Yapto, Ahmad Dhani, Ulil Abshar Abdalla, Gories Mere,” kata Bambang di PN Jakarta Barat, Kamis 3 November 2011.
Yapto adalah Ketua Pemuda Pancasila, Ahmad Dhani adalah musisi Indonesia, Ulil adalah Koordinator Jaringan Islam Liberal, dan Gories Mere adalah Ketua Badan Narkotika Nasional. Keempat orang itu menerima paket kiriman bom buku dari jaringan teroris yang dipimpin Pepi.
Bom yang dikirim ke Ulil di Utan Kayu bahkan meledak dan melukai tangan kiri Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan. “Ulil dinilai Pepi sering salah menafsirkan ajaran Islam. Pepi lalu mencari alamat Ulil. Sementara Gories Mere dipilih karena seorang Kristen dan aktif di Densus 88,” terang Bambang.
Judul-judul buku yang dipilih untuk menempatkan bom, lanjut Bambang, adalah yang diperkirakan akan menarik perhatian target, yaitu ‘Atas Dosa-dosa Mereka terhadap Islam dan Muslim, Merekalah yang Dibunuh’ untuk Ulil, ‘Yahudi Militan’ untuk Ahmad Dhani, ‘Pesta Narkoba di Kalangan Pejabat Negara’ untuk Gories Mere, dan ‘Masih Adakah Pencasila’ untuk Yapto.
“Buku-buku itu dikirim melalui Kantor Pos Bogor. Mereka ke Bogor dengan menggunakan sepeda motor Mio,” ujar Bambang. Pepi Fernando, dalang teroris bom buku itu, adalah lulusan S1 UIN Syarif Hidayatullah Ciputat Fakultas Tarbiyah, Jurusan Pendidikan Islam. Ia adalah lulusan tahun 2001. Ia juga dikenal sebagai penulis buku dan skenario film.
Sementara perannya dalam aksi bom buku ini adalah sebagai “pimpinan kelompok dan pencetus ide bom buku,” kata Bambang.

Makin Bergairah dengan “Gigitan Vampir”

gigitan seks



Sewaktu melakukan hubungan seks, gigitan kecil bisa membuat pasangan Anda makin menggelinjang dan membungah gairahnya. Asalkan itu dilakukan pada posisi dan situasi yang tepat. Tapi, jangan asal menggigit agar pasangan tidak kesakitan. Cukup lakukan gigitan kecil dan ringan, namun tepat sasaran layaknya film tentang vampir.
Nah, soal gigitan ini, dalam Kitab Shu Ni Cing dibahas variasinya. Anda bisa mencobanya ke pasangan untuk mengetahui gigitan yang cocok untuk diterapkan:
  • Gigitan menusuk
Gunakan gigi depan untuk menggigit kecil pasangan Anda. Lakukan di bagian badan yang sensitif. Bibir tidak perlu sampai menyentuh kulit. Lakukan pelan dan lakukan sepenuh hati.
  •  Gigitan batu giok
Lakukan gigitan ini sembari Anda mengecup bagian tubuh pasangan yang menurut Anda seksi. Perhatikan pasangan Anda. Jika terlihat menggeliat, maka dia mulai menikmati.
  • Gigitan menghisap
Ini gigitan yang cocok buat pasangan yang sedang tinggi libidonya. Anda bisa lakukan di payudara. Caranya dengan meraba, menempelkan bibir dan menggigit kecil, lalu dihisap. Akan ada sensasi warna merah bekas hisapan.
  • Gigitan angin malam
Kalau yang ini bukan gigitan untuk tujuan seks intim. Barangkali tepatnya untuk sekadar menghangatkan suasana saat pasangan sedang berkomunikasi. Cukup cium pasangan Anda dan lakukan gigitan kecil dengan mantap.
  • Gigitan gelap
Gigitan gelap artinya gigitan yang dilakukan secara acak lokasinya. Terserah Anda mau melakukan di bagian mana pun tanpa sepengetahuan pasangan Anda. Kesannya misterius tapi tepat sasaran. Anda bisa memadukan gigitan ini dengan jilatan. Dan, tepat Anda terapkan kala pasangan mengalami orgasme.

Rabu, 02 November 2011

Ups! Banyak Pria Minta “Jatah” Usai Jadian merayu

merayu



Cinta dengan bercinta itu beda. Namun, era sekarang ini, ketika dua sejoli sudah saling menyatakan cinta dan berpacaran, ada saja alasan untuk menyatukan persepsi bahwa “jika cinta maka bercinta”. Akhirnya muncullah seks pranikah yang cukup ditentang norma masyarakat di Indonesia.
Kenyataan ini lebih diperkuat oleh penelitian yang dilakukan Marissa Harrson, psikolog Pennsylvania State University di Amerika, yang menemukan kecenderungan orang berpacaran melakukan seks pranikah. Dan, yang paling bertanggung jawab untuk memulai seks itu adalah sang pria.
Menurut hasil yang didapat dari survey terhadap 172 mahasiswa, pria tidak segan untuk meminta pasangannya melakukan hubungan seksual dalam beberapa minggu setelah jadian. Sementara, wanita justru lebih bisa menjaga diri. Untuk ukuran negara barat yang melegalkan seks bebas, rata-rata wanita baru terbuka soal seks setelah beberapa bulan jadian.
“Dalam hal ini, mungkin saja pria menyamakan antara jatuh cinta dan pernyataan cinta untuk pertama kalinya dengan keinginan untuk melakukan hubungan seksual,” kata Harrson, seperti dikutip Telegraph.
Dari penelitian yang dimuat pada Journal of Social Psycology itu juga dikatakan, pria lebih mudah jatuh cinta dan mengungkapkan perasaannya ketika menyukai seorang wanita. Kebalikannya, wanita agak menjaga jarak sebelum dia bisa benar-benar mencintai. Wanita butuh waktu untuk mengungkapkan perasaannya.

Tokyo Sky Tree Tower, Menara Baru Tertinggi di Dunia




SELURUH dunia sepertinya tidak henti berlomba-lomba membangun bangunan dan gedung-gedung tertinggi. Setelah China membangun Menara Kanton setinggi 600 meter di Guangzhou, giliran Jepang miliki menara Tokyo Sky Tree dengan tinggi 634 meter. Menara baru ini diresmikan sebagai menara tertinggi di dunia.

Menara ini tentunya akan menjadi daya tarik wisatawan baru di Tokyo, Jepang. Menara ini memiliki ruang observasi dengan ketinggian 350 meter, yang menghadirkan pemandangan cakrawala Kota Tokyo dengan latar belakang Gunug Fuji yang megah.

Nantinya Mei tahun 2012, Tokyo Sky Tree Tower ini akan resmi menjadi menara siaran untuk televisi digital dan radio, dan juga membuka ruang observasi kedua dengan ketinggian 450 meter.

Kondisi Tokyo yang terletak di pulau yang kerap mengalami gempa karena kondisi pegunungan apinya yang masih aktif, membuat menara tertinggi di dunia ini dibangun dengan struktur anti-gempa. "Apabila terjadi gempa, pengunjung yang sedang berada di menara ini hanya akan merasakan 50 persen efek dari gempa tersebut," kata juru bicara Tokyo Sky Tree Tower, Hirotake Takanishi, seperti dikutip CNNGO, Rabu (2/11/2011).

Hal ini terbukti sejak pembangunannya pada pada tahun 2008, Jepang telah mengalami 2 kali gempa besar, yaitu Maret 2011 dan gempa susulan beberapa bulan kemudian, namun hampir tidak ada kerusakan pada menara ini, meskipun diakui gempa berefek pada penundaan pembangunannya. Menara ini juga diakui sanggup menahan guncangan hingga kekuatan gempa mencapai 8 Skala Richter.

Tokyo Sky Tree Tower ini terletak di bagian Kota Tokyo yang tenang, yaitu Sumida. Sebelumnya, Sumida cukup sepi dari kunjungan turis dan wisatawan. Namun kini dengan adanya menara tertinggi di dunia, Sumida telah siap menjadi pusat pariwisata Jepang, didukung dengan pembangunan hotel dan restoran-restoran, serta gedung perkantoran baru di sekitar Tokyo Sky Tree Tower tersebut.

.Meski Pakai Rias, Wanita Kantoran Cantiknya Hanya Dua Jam Saja


rias wajah
Wanita yang bekerja di kantor biasanya menuntut diri untuk tampil lebih feminim. Mulai dari tata rambut, make up, sampai busana diatur sedemikian rupa hingga tercapai keserasian saat dikenakan. Apalagi yang punya job harus sering bertemu customer, dandanan dituntut rapi setiap waktu.
Hanya saja, hasil riset Imperial Leather Skin Kind baru-baru ini, mungkin  menuai protes dari wanita kantoran. Karena, menurut riset ini, wanita yang bekerja di luar rumah hanya terlihat cantik sebelum mereka tersibukkan dengan agenda pekerjaan kantor.
Penelitian yang melibatkan 2.000 responden tersebut mengungkapkan, wanita bisa berdandan selama 38 menit sebelum berangkat kantor setiap hari. Sebelum itu, alokasi untuk mandi 10 menit, menata rambut 11 menit, 8 menit memakai bedak dan lipstik, dan memilih busana bisa membuang waktu 9 menit. Setelah semua selesai, mereka berangkat kantor dan terlihat cantik.
Namun, cantiknya itu hanya bertahan dua jam setelah berangkat dari rumah. Alasannya, rutinitas kantor sering membuat tampilan wanita menjadi lecek. Ditambah dengan faktor stres, mimik muka mereka juga tampak kurang bersinar. Akhirnya, para wanita pun kembali “mempermak” muka mereka menjelang rehat siang.
Biasanya, wanita terakhir berdandan di waktu siang ini untuk mengembalikan penampilan cantiknya. Setelah itu, mereka cenderung cuek dan lebih memerhatikan pekerjaannya.

Senin, 31 Oktober 2011

Seks Bikin Perempuan Makin Cantik?

Penelitian menemukan bahwa seks memiliki banyak manfaat untuk membantu wanita makin cantik dan segar. Bagaimana caranya?
1. Si anti keriput
Seks merangsang trifecta hormon sebagai anti stres dalam tubuh seperti beta endorphin, prolaktin, dan oksitosin. Hormon ini dihasilkan ketika Anda mencapai orgasme.
Endorphin merangsang kolagen yang menyebabkan keriput dan kerutan karena sinar matahari atau rokok. Sedangkan prolaktin dapat menjadi obat penghilang rasa sakit.

2. Melembutkan kulit

Ketika Anda berkeringat, kulit akan menghasilkan minyak alami seperti asam linoleat yang menghidrasi kulit. Karena itulah seks membuat pipi dan bibir Anda berwarna merah muda, juga mata bersinar selama beberapa hari.

3. Penenang dalam tidur

Seks adalah obat tidur dan penenang yang paling menakjubkan. Bahan-bahan kimia yang dihasilkan selama Anda melakukan hubungan sampai orgasme membantu Anda tertidur lebih cepat. Ini adalah solusi masalah tidur yang paling baik.
4. Olahraga yang menyenangkan
Seks adalah olahraga yang tidak membosankan. Seks dapat meningkatkan sirkulasi darah dan denyut jantung. Seks juga mengontrol pernapasan dan stress dengan menghantarkan oksigen ke seluruh sistem tubuh.
Selain itu, kegiatan selama berhubungan seks dapat membakar kalori setara dengan latihan beban atau berjalan. Bahkan berciuman merangsang 30 otot di wajah, membakar delapan sampai 12 kalori per menit dan meningkatkan suasana hati.
5. Menghilangkan kepalsuan make-up
Anda tidak perlu lagi bergantung pada berbagai macam komestik. Semua efek samping seks menggantikan fungsi blush on sebagai pemerah pipi, lipstik sebagai pemerah bibir, pelembab wajah, maskara dan eye liner untuk mata indah. Anda hanya butuh satu hal untuk memperoleh itu semua. Tidak ada yang bisa mengalahkan hal nyata meski kosmetik Anda berharga jutaan rupiah.

Jumat, 28 Oktober 2011

KESEHATAN JIWA PADA IBU HAMIL

           Masalah kesehatan jiwa memiliki ruang lingkup yang luas antara lain masalah perkembangan manusia yang harmonis dan peningkatan kualitas hidup. Jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup, harus dimulai dari persiapan pra nikah, kehamilan, kelahiran, bayi, balita, anak, remaja dewasa sampai usia lanjut. Periode hamil, bersalin, nifas dan menyusui merupakan bagian dari daur hidup yang membutuhkan perhatian khusus dalam bidang kesehatan termasuk dalam kesehatan jiwa. Periode tersebut memilki pengaruh yang sangat besar pada peretumbuhan dan perkembangan manusia.
            Seorang wanita yang mengalami kehamilan pada saat yang sudah ditentukan akan mengalami proses kelahiran. Kelahiran bayi merupakan keadaan yang menggembirakan sekaligus mencemaskan bagi seorang perempuan. Proses kelahiran merupakan keadaan yang melelahkan secara fisik dan mental emosional sehingga masa setelah kelahiran (post partum) dapat berdampak bagi kesehatan jiwa seorang wanita. Berdasarkan beberapa penelitian terbukti bahwa 70-80% wanita pasca persalinan mengalami episode depresi ringan yang disebut “ Baby blues “ dan 10–16 % orang wanita  pasca persalinan mengalami depresi sedang, berat sampai psikosis.
            Masalah kesehatan jiwa ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui mempunyai efek yang bermakna terhadap tumbuh kembang anak khususnya kognitif dan emosi anak. Karena kesehatan jiwa ibu hamil, bersalin, nifas dan menyusui sangat perlu diperhatikan. Berbagai masalah mental emosional yang dialami ibu hamil dan nifas akan berpengaruh terhadap janin serta perlakuan ibu terhadap bayi yang dilahirkan terutama pada saat menyusui dan pengasuhan anaknya.
Perubahan Fisik pada Masa Kehamilan
            Keberadaan janin dalam kandungan ibu merupakan bagian dari perubahan selama kehamilan. Di awal kehamilan membesarnya uterus akan menekan kandung kemih sehingga biasanya ibu hamil lebih sering kencing dari sebelumnya. Kulit juga mengalami perubahan selama kehamilan.
            Kehamilan mengakibatkan peningkatan kadar progesteron yang berpengaruh terhadap gigi yang disebabkan karena gusi menjadi lunak dan mudah mengalami infeksi. Persendian menjadi lebih kaku yang disebabkan karena perubahan hormon dapat melemahkan ligamen pengikatnya sehingga sendi-sendi menjadi lebih teregang dan sakit terutama pada punggung bawah, kaki dan tungkai.
            Selama kehamilan jantung harus bekerja lebih keras untuk mendorong darah sampai ke uterus dan plasenta, banyaknya aliran darah ke payudara, ginjal, kulit dan gusi juga meningkat. Paru-paru juga harus bekerja lebih berat selama kehamilan agar semua peningkatan darah yang terjadi dapat dipenuhi oksigen. Karena semakin membesarnya uterus, bertambahnya berat bayi dan air ketuban juga menekan paru-paru sehingga menyebabkan sesak nafas. Demikian juga ginjal bekerja lebih berat karena harus menyaring 50% lebih banyak darah dari sebelumnya, yang mengakibatkan lebih banyak cairan yang harus dikeluarkan melalui air seni.
            Dalam awal-awal bulan kehamilan ibu mengalami rasa cepat lelah, mengantuk, sering kencing, mual, muntah, adanya rasa panas, sulit buang air besar, susah makan atau menjadi lebih berselera, payudara berubah membesar dan lebih keras. Perubahan tersebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan jiwa ibu. Kehamilan dan kelahiran bayi, nifas dan menyusui pada umumnya memberikan arti emosional yang sangat besar pada ibu yang dapat menjadi pencetus timbulnya kecenderungan-kecenderungan psikologis dan munculnya ciri-ciri yang bisa ditandai dengan adanya masalah kesehatan jiwa pada ibu. Kehamilan dianggap mengandung resiko kematian, terutama pada saat melahirkan sehingga ibu merasa cemas, takut dan khawatir.
Kesehatan Jiwa Ibu Hamil             Secara emosi ibu yang sedang hamil mengalami perasaan yang lebih sensitif, suasana perasaan (mood) berubah-ubah, mungkin perilakunya tidak rasional, mudah menangis.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan ibu hamil antara lain :
  1. Ngidam : secara fisik merupakan sinyal terhadap tubuh untuk memberi asupan tertentu bagi pertumbuhan janin, namun secara psikis merupakan keinginan ibu untuk mendapatkan perhatian ekstra dari suami dan lingkungan.
  2. Mual di pagi hari (morning sickness) : kondisi ini menyebabkan ibu hamil menjadi uring-uringan, sensitif, tidak bersemangat dan mudah marah.
  3. Adanya mitos dalam masyarakat : menyebabkan ibu hamil mengembangkan reaksi kecemasan terhadap cerita yang didengarnya, kepercayaan terhadap mitos dapat mengganggu emosi ibu, yang dapat menjadi sumber kecemasan ibu hamil.
  4. Jenis kelamin anak : keinginan memilki anak dengan jenis kelamin tertentu dapat mencemaskan ibu, apabila ternyata jenis kelamin anak berbeda dari yang diharapkan. Karena kecewa dapat mempengaruhi terhadap sikap mereka kepada anak, mungkin akan menghilang dengan berjalannya waktu.
  5. Orang – orang di sekitar ibu hamil : sikap orang-orang terdekat di lingkungannya sangat berarti bagi ibu hamil. Berikut ini kondisi lingkungan yang dapat mempengaruhi keseharan jiwa ibu hamil :
    • Perlakuan terhadap ibu hamil, termasuk komentar dan anjuran serta larangan, dapat mempengaruhi konsisi kejiwaan.
    • Sikap lingkungan sekitar, terutama yang memilki arti emosional bagi ibu hamil terhadap kehadiran bayi yang sedang dikandung (menerima, menolak atau tidak menginginkan), bisa mengakibatkan tekanan atau stres, dalam kondisi tertentu dapat menyebabkan keguguran.
    • Kondisi perkawinan dan hubungan dengan suami akan dapat menentukan sikap ibu terhadap kehamilannya (memperhatikan, tidak peduli, acuh).
Kondisi Emosional yang mempengaruhi Kesehatan Jiwa Ibu Hamil
  1. Kecemasan :
    1. Mencemaskan perubahan fisik selama kehamilan
    2. Cemas akan keguguran
    3. Cemas terhadap perkembangan bayi dalam rahim
    4. Merasa terganggu karena kegiatannya seolah terganggu
    5. Merasa belum siap menjadi ibu.
    6. Cemas akan kemampuan untuk perawatan dan pendidikan anak
    7. Cemas akan kematian bayi.
    8. Cemas akan kelahiran bayinya cacat (fisik atau mental)
  2. Stress :
Stres yang disebabkan kondisi fisik yang dialami ibu pada masa kehamilan dapat dihindari bila ibu siap menerima kehamilannya, siap menghadapi persalinan, memahami masa nifas dan merasa mampu menyusui. Untuk mengurangi stres dapat melakukan relaksasi sederhana selama 20 sampai 30 menit setiap hari akan membuat ibu dan janin merasa nyaman. Kecemasan ini dapat menyebabkan ibu hamil menjadi mudah marah, cepat tersinggung, sedih dan murung.
Kondisi mental ibu dalam masa kehamilan penting diperhatikan karena akan mempengaruhi perilaku ibu. Kecenderungan makan berlebihan untuk mengatasi stres dapat berdampak terhadap pertambahan berat badan yang nantinya dapat menyulitkan persalinan. Sebaliknya tidak berselera makan dan tidak peduli pada janin akan menyebabkan gangguan pertumbuhan bayi dan kondisi mental bayi. Ibu harus memahami pengaruh sikapnya terhadap kesehatan diri dan kesehatan bayinya
Perencanaan Kelahiran
            Sikap mental pasangan suami isteri dalam menyambut kehadiran anak dan menjalankan peran mereka sebagai ayah dan ibu, akan sangat menentukan kesehatan anak secara fisik, mental, dan sosial. Perencanaan kelahiran anak penting dibicarakan bersama oleh suami isteri. Kehamilan yang tidak diinginkan akan mempengaruhi kondisi mental ibu pada saat hamil, melahirkan, nifas, dan menyusui. Kehadiran anak sebaiknya diterima sebagai anugrah dalam sikap yang bertanggung jawab. Saat kelahiran anak, jumlah anak yang diinginkan dengan dukungan kontrasepsi bisa direncankan sesuai dengan kondisi dan situasi orang tua (meskipun kehendak Tuhan tak dapat diabaikan), bagaimana keadaan ekonomi keluarga, mampukah menanggung beban dalam hal biaya kehidupan yang akan ditanggung dengan adanya anak.
            Perubahan kondisi fisik menjelang kelahiran bayi dan perasaan yang ditimbulkannya, seperti mudah lelah, tidak nyaman, tidak bisa tidur nyenyak, merasa sesak, harus dipahami sebagai bagian dari pengalaman dalam menjalani kehamilan. Pemahaman tersebut diperlukan ibu agar tidak merasa cemas, tegang, ketakutan atau mengalami konflik yang dapat merugikan dirinya dan pertumbuhan bayinya.
            Dalam minggu-minggu terakhir kehamilan, ibu dapat mengalami konflik yang berhubungan dengan perasaannya terhadap bayi yang dikandungnya. Di satu sisi ibu ingin mempertahankan janinnya tetap di dalam kandungan karena merasa lebih nyaman, dan di sisi lain ibu ingin cepat mengeluarkan bayinya secepatnya. Konflik ini dapat menimbulkan kecamuk perasaan dalam menghadapi persalinan. Ada atau tidaknya kecamuk perasaan ini harus diperhatikan oleh petuigas kesehatan yang membantu perawatan kehamilan dan adanya dukungan keluarga..
            Secara ringkas faktor-faktor yang dapat menciptakan suasana atau kondisi untuk mencapai kehamilan yang sehat adalah menjaga kesehatan fisik, kesehatan jiwa dan menciptakan kondisi lingkungan yang menguntungkan dan menyenangkan, khususnya kondisi perkawinan, ekonomi dan hubungan sosial dan budaya.

Kesehatan Mental dalam Konteks Budaya : Sejauh Mana Kemajuan Kita ?

Pada tahun 1948, setelah the Perang Dunia II yang menghancurkan umat manusia, dokumen / pendiri WFMH memanggil seluruh komunitas dunia berdasarkan kepada “penghargaan kepada perbedaan individu dan budaya”. Dokumen itu memproklamirkan suatu tujuan dari kesehatan mental sebagai kemampuan untuk “hidup bersama orang lain dalam satu dunia”. Dengan advokasi adanya penanganan yang setara serta kesempatan untuk semua orang, tanpa memperhatikan budaya, suku atau status sosial ekonomi, dan termasuk di dalamnya adalah pengungsi, orang yang sakit mental dan kaum perempuan.  Federasi baru mempertanyakan keberadaan nilai dan kegiatan dari masyarakat yang secara tradisional mempunyai otoritas.
Empat bulan kemudian PBB mendeklarasikan Deklarasi Hak Azasi Manusia (Universal Declaration of Human Right) ; yaitu sesuatu yang dipandang sebagai suatu hal yang universal dan akibat yang wajar sebagai manusia. Mewujudkan suatu pandangan bahwa inti dari status manusia sebagai suatu keistimewaan yang sudah dimiliki sejak lahir serta adanya harga diri yang membutuhkan penghargaan dari orang lain.

Keistimewaan dan perlindungan ini, yang dipahami sebagai sebuah hak, meliputi baik kemerdekaan individu dan kekayaan material. Kemerdekaan ini menekankan pada hak terhadap tujuan pribadi, kemerdekaan untuk berpikir, serta tidak adanya kekerasan terhadap tubuh dan kepribadian individu. Kekayaan material yang dimaksudkan di sini,  termasuk diantaranya adalah makan, tempat berlindung, pekerjaan, pendidikan, dan akses terhadap pelayanan sosial dan medis.
Pesan yang digarisbawahi adalah bahwa kesehatan dan kesejahteraan tidak akan bisa terwujud apabila terjadi kekerasan / pemaksaan terhadap kemerdekaan dasar atau pemusnahan kebutuhan dasar. 

Pada tahun 2007, hampir 60 tahun kemudian, kita berdiri pada batas abad global.  Orang-orang yang dulunya tinggal berjauhan sekarang saling bersaing untuk sumberdaya yang sama, sekaligus mereka berjuang untuk memelihara kebudayaan mereka sendiri-sendiri atau menyesuaikan dengan kebudayaan yang baru. Para pengungsi dan kaum migran yang lain menyeberangi batas negara dan kebudayaan untuk keluar dari kemiskinan ataupun perang. Mereka memaksakan diri untuk bergelut dengan pengalaman pribadi yang traumatik serta berjuang ditengah-tengah keberagaman dan perubahan. Nilai-nilai dari pilihan pribadi, keberhasilan, dan otonomi dalam demokrasi industri masih berkonflik dengan semua saling ketergantungan, silsilah serta komunitas dari masyarakat yang lebih tradisional.  

Nilai-nilai tradisional dan sistem kepercayaan tidak harus menjadi sesuatu yang dikeramatkan. Pada bagian dunia tertentu masih terjadi penindasan terhadap kaum minoritas sosial. Praktek yang mengatas-namakan pertahanan terhadap budaya, baik dalam dunia yang industrialis maupun yang tidak industrialis (tradisional), tetap menjadi hal yang kekal dalam melakukan diskriminasi berbasis jender, kekuatan sosio-ekonomi dan status hirarkis.
Kolaborasi yang empatik di antara kebudayaan dan batas kelas, dengan adanya status penolong dan bukan penolong, membutuhkan bahwa kita mengenali adanya saling ketergantungan dengan semua orang. Hidup dengan keberagaman tetap akan menjadi sebuah kerja yang berlanjut. Sekarang adalah waktu untuk memperbaharui komitmen kita terhadap pemahaman inter-kultural dalam rangka pelayanan dari tujuan yang saling berkaitan satu sama lain untuk mempromosikan kesehatan mental dan melindungi hak azasi manusia.

Tips Praktis Sukses di Tempat Kerja

Alangkah bahagianya, jika kita menyadari ada sebuah kesempatan berharga yang terbentang bagi kita pada saat kita diterima bekerja di sebuah perusahaan. Ya, kita memiliki kesempatan untuk menjadi pemenang sekaligus jadi pecundang dalam dunia kerja. Pilihannya ada di tangan kita sendiri. Perkenanlah kami untuk membagikan sejumlah tips, yang kiranya dapat menghantarkan Anda untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi dalam karir Anda.
Pertama : Bekerjalah sesuai dengan potensi diri Anda.
Banyak orang yang tidak berhasil dalam hidup karena mereka bekerja di bidang yang sesungguhnya tidak mereka sukai atau tidak mereka kuasai. Akhirnya prestasi  yang mereka peroleh tidak pernah maksimal. Lantas bagaimana kita bisa tahu potensi diri kita ? Ada berbagai pendekatan untuk menjawab hal itu, antara lain carilah pekerjaan yang membangkitkan gairah Anda atau Anda merasa senang ketika mengerjakannya (passion). Dengan demikian , pekerjaan tidak lagi dirasakan sebagai beban karena Anda sangat menikmatinya meski (terkadang) Anda barangkali tidak memperoleh upah dalam bentuk uang atau materi. Bisa jadi bidang itu tidak sesuai latar belakang pendidikan formal Anda. Selain itu, bekerjalah di bidang  yang anda bisa atau mahir (strength), bukan bidang yang sulit bagi Anda. Orang yang senantiasa melakukan pekerjaan yang sebetulnya sulit baginya lambat laun akan merasa depresi. Pekerjaan hanya akan menjadi beban baginya.
Kedua : Utamakan hubungan baik dengan semua orang.
            Kompetensi, tanpa didukung dengan kemampuan membina hubungan baik akan menjadi penghalang bagi karir seseorang. Sebaliknya, jika seseorang mampu berhubungan baik dengan  sesama (termasuk atasan, rekan kerja, bawahan, konsumen dsb) maka akan lebih mudah mendapatkan dukungan. Orang yang tidak mampu berhubungan baik dengan orang lain akan sangat sulit bekerja sama dalam sebuah tim. Bukankah kita semua sadar kalau sebuah prestasi besar hanya mungkin dicapai  jika kita bekerja dalam sebuah tim ?
Ketiga : Tunjukkan minat dan ketulusan untuk membantu rekan kerja
            Hal ini bisa diwujudkan melalui tindakan proaktif dalam bekerja, kesediaan memberikan ide atau kritik yang membangun serta kesediaan untuk berbagi ilmu dengan rekan kerja lainnya.
Keempat : Berikan lebih dari yang diminta.
            Orang yang bekerja pas bandrol akan mendapatkan upah yang pas bandrol pula. Berikan yang terbaik yang mampu Anda berikan. Sayangnya, banyak juga orang yang sering berkata,        “ Kalau gaji saya dinaikkan tentu saya akan bekerja lebih giat ! ” Ini bukan sikap yang bijaksana. Bukankah hukum alam mengajarkan dengan tegas bahwa kita akan menuai apa yang kita tabur dan bukan sebaliknya ? Jadi, menabur dulu baru menuai kemudian. Lakukan yang terbaik dulu maka upah, promosi jabatan, dsb, akan mengikuti kita.
Seorang sahabat pernah berkata : orang yang paling memberatkan perusahaan bukanlah karyawan dengan gaji paling tinggi melainkan karyawan yang tidak produktif. Oleh karena itu, jadikanlah diri Anda berharga bagi perusahaan. Kehadiran dan ketidakhadiran Anda dalam perusahaan tersebut seharusnya memberikan warna  tersendiri. Yang paling berbahaya jika kehadiran Anda sama sekali tidak memberikan nilai tambah atau bahkan nilai minus bagi perusahaan. Saya sering mengatakan kalau karyawan yang baik adalah ibarat tulang rusuk perusahaan.
Kelima : Bergaul lintas departemen.
            Hal ini sangat penting agar Anda memahami organisasi serta keseluruhan dan makin sadar kalau kesuksesan organisasi ditentukan oleh kesuksesan tiap bagian di dalamnya. Dengan demikian, Anda akan semakin rendah hati. Tanpa bergaul lintas bagian, seseorang cenderung menjadi sombong dan berfikir kalau bagianyalah yang paling penting dan paling berjasa bagi keberhasilan perusahaan.
Keenam : Terlibatlah dalam kegiatan informal.
Misalnya, Perayaan hari besar bersama, olah raga atau piknik bersama. Kegiatan seperti ini tidak hanya mengakrabkan hubungan namun sekaligus memperluas lingkaran pengaruh Anda sehingga akan memudahkan Anda jika suatu hari nanti Anda menempati posisi strategis sebagai pemimpin di perusahaan tersebut.
Ketujuh : Prioritaskan pekerjaan-pekerjaan Anda.
            Sekedar sibuk tidaklah berarti Anda orang yang berprestasi. Oleh sebab itu, Anda harus membuat agenda mengenai hal apa saja yang harus Anda lakukan dan mendisiplinkan diri Anda untuk mengerjakannya. Pepatah mengatakan disiplin beratnya berkilo-kilo namun penyesalan beratnya berton-ton. Fokus untuk mengerjakan prioritas pekerjaan Anda akan membuat Anda menjadi orang yang lebih produktif.
Kedelapan : Evaluasi berkala kinerja Anda.
Semakin lama seseorang bekerja di sebuah perusahaan semakin ia kemungkinan “terjebak” dalam rutinitas. Agar hal ini tidak terjadi pada Anda, usahakan Anda secara rutin melakukan evaluasi atas kinerja Anda, usahakan Anda secara rutin melakukan evaluasi terhadap kinerja Anda, Orang tersebut barangkali bisa menjadi  mitra akuntanbilitas bagi Anda sehingga memacu Anda untuk terus bertumbuh.
Kesembilan : Tingkatkan pengetahuan dan ketrampilan Anda.
            Kalau Anda bertumbuh, perusahaan Anda akan bertumbuh juga. Dunia yang terus berubah ditambah kompetisi yang semakin ketat seharusnya menjadi alam peringatan kalau prestasi masa lalu atau nama besar bukanlah jaminan untuk terus berhasil. Jangan ragu untuk mengikuti berbagai pelatihan, membaca buku-buku pengembangan diri dan juga buku-buku sesuai bidang Anda serta belajar dari mereka yang lebih ahli atau lebih berpengalaman. Ada seseorang yang menjadi Manager HRD di sebuah bank swasta terkemuka di tanah air yang tidak ragu-ragu menginvestasikan dana pribadinya untuk terus belajar. Baru-baru ini ia mengikuti sebuah pelatihan di Singapura dengan biaya sendiri. Dia sepenuhnya sadar, kalau ia tidak bertumbuh ia akan menjadi “manusia karatan”.
Kesepuluh : Nikmati waktu libur Anda.
Alangkah sayangnya jika hidup hanya kita habiskan untuk bekerja. Sesekali kita juga harus mengambil waktu untuk benar-benar lepas dari dunia kerja, untuk beristirahat dan menghimpun tenaga baru. Ambil waktu untuk berdoa dan bersyukur atas semua berkat-Nya yang diberikan kepada kita. Atau sekedar menghabiskan waktu dengan keluarga untuk menunjukkan kepada mereka betapa Anda mengasihi mereka. Berlibur dengan keluarga tercinta seringkali membawa kesegaran dan energi baru dalam menghadapi hari-hari akan datang

MEMBANGUN KESADARAN – MENGURANGI RESIKO GANGGUAN MENTAL DAN BUNUH DIRI

Disamping  tema utama  peringatan Hari Kesehatan  Jiwa Sedunia  tentang gangguan jiwa  dan bunuh diri , masih ada beberapa  isu penting lainya yang dipakai bahan kajian riset dan kebijakan publik . Pada tulisan ini  akan dikaji beberapa jenis  gangguan jiwa yang berhubungan  dengan resiko peningkatan bunuh diri  pada  penderita  dengan beberapa  jenis gangguan seperti : Depresi , Gangguan Bipolar , Skizofrenia , Stress , Pasca trauma , dan  penyalahgunaan Napza , gangguan pola makan , depresi post partus , mutilasi diri.
Masyarakat perlu memperoleh  pemahaman tentang  gejala- gejala penyakit , epidemiologi , faktor resiko serta penyebarluasan informasi  tentang beberapa pilihan  pengobatan dan efektivitasnya  dalam menekan  angka bunuh diri  dan informasi yang memadai tentang manfaat dan kelemahan  suatu metode terapi.
BUNUH DIRI DAN DEPRESI
 
Depresi merupakan salah satu gangguan mental  yang umum dijumpai  hampir seluruh dunia . WHO memperkirakan 121 juta orang kini menderita Depresi : 5,8 % pria dan 9,5 %  wanita mengalami episode depresi  pada tahun tertentu . Diperkirakan  depresi akan menempati peringkat ke 2 dari penyebab utama  kecacatan , setelah penyakit jantung  pada th 2020 . wanita berpeluang  dua kali lebih  tinggi  didiagnose kan memperoleh  terapi karena depresi

Meskipun demikian  diduga bahwa pria  yang menderita depresi  jauh lebih tinggi  dibandingkan dengan  yang terangkat melalui data-data statistik, oleh karena  pria biasanya  yang mencari bantuan  dokter dan dokter cenderung kurang mendeteksi gejala gejala  yang berhubungan dengan depresi.
Sehubungan dengan tingginya tingkat kejadian depresi,  gangguan alam  perasaan  perlu lebih memperoleh perhatian ( Depresi adalah  salah satu gangguan  perasaan ) dan merupakan  gangguan jiwa yang paling  berhubungan dengan terjadinya bunuh diri .

Dari beberapa  penderita depresi , suatu studi  di Finlandia bahwa indikator  yang berhubungan  dengan bunuh diri  meliputi: tingkatan depresi  ( ringan – berat, sementara – menetap , tipe depresinya ), penyalahgunaan Napza , menderita penyakit fisik yang kronis tau yang berat / tidak mempunyai pasangan hidup , kecemasan dan gangguan kepribadian.

Tingginya angka  kejadian /prevalensi depresi di masyarakat , dan tingginya angka bunuh diri  pada penderita dengan depresi maka terapi perlu ditujukan untuk depresi  dan kemungkinan bunuh dirinya . Oleh karena  belum diperoleh hasil penelitian  bahwa  hanya dengan obat obatan anti depresan  saja dapat mengurangi  resiko bunuh diri , kemampuan  untuk mengenali dan menangani kecenderungan  bunuh diri adalah  ketrampilan dalam  penyelamatan jiwa ‘ oleh karena angka kejadian  bunuh diri pada pria  di negara- negara yang sedang berkembang  resiko kejadianya lebih tinggi  tetapi cenderung  enggan mencari  bantuan dibanding  dengan wanita yang  mengalami depresi ,maka perlu dipertimbangkan  adanya  pendekatan  yang inovatif  dimasyarakat ( misalnya ada layanan  Hotline di pubs / café, dll )
.
Membedakan  depresi  dengan keadaan  sedih / berduka yang normal  Para ahli melaporkan  bahwa 20 % - 60 %  kematian  oleh karena bunuh diri  terjadi pada mereka  yng mengalamai gangguan perasaan . Bunuh diri lebih sering  terjadi pada mereka yang  mengalami gangguan perasaan . Bunuh diri lebih sering terjadi pada penderita  dengan tanda tanda  psikotik berat  onsetnya lama , dan campuran  gangguan  mental dan penyalahgunaan zat . juga lebih sering  terjadi pada penderita  yang mengalami  penuh stress , sakit fisik dan adanya  catatan / riwayat  bunuh diri  dalam keluarga.

Kesedihan pada gangguan  depresi  berat berbeda  baik dari tingkatan  dan lamanya serangan  yang dialami  pada suatu fase dalam kehidupan  apabila  kondisi  kehidupan  yang dialami  cukup berat
.
Kondisi  sedih / berduka  yang normal biasanya  mempunyai efek  yang tidak mendalam  dan berlangsung  lebih singkat , dibandingkan dengan gangguan  depresi : lebih jauh , tanda tanda  depresi  berat yang terjadi  pada penderita  yang mengalami  pengalaman berduka  / kesedihan  yang normal yang termasuk disini  :Anhedonia (  ketidak mampuan  mengalami / merasakan  kegembiraan ) tidak ada harapan , kehilangan kemampuan  mengatakan perasaan ( kemampuan  merasa senang  dalan merespon  sesuatu  yang positip ) . Pikiran bunuh diri  dan gejala  gejala  psikotik , jika  berhubungan  dengan gejala depresi  , biasanya  dapat  didiagnose  sebagai gangguan  depresi.
 
Namun demikian  banyak tanda - tanda yang terkait  dengan gangguan depresi  berat , juga  terjadi pada gangguan stress  berat  seperti : Gangguan tidur , perubahan nafsu makan , kesulitan konsentrasi , penyalahgunaan zat , jika  ada penderita  dengan beberapa  keluhan diatas , tenaga kesehatan dituntut  untuk membedakan  dari kesalahan  yang  normal atau kondisi  patologis  mengusahakan  penanganan yang tepat.
BUNUH DIRI DAN GANGGUAN  BIPOLAR
            Gangguan afektif bipolar  merupakan  kondisi  yang umum dijumpai , dan diantara  gangguan mental  menempati posisi. kedua terbanyak   sebagai penyebab  ketidak mampuan /disabilitas. Depresi bipolar  sama oleh kelompok pria dan wanita  dengan angka  kejadian  sekitar 5 per 1000 orang penderita  depresi bipolar dapat mengalami  bunuh diri  15 kali lebih banyak dibandingkan  dengan penduduk umum, . Bunuh diri  pertama tama sering terjadi ketika  tekanan pada pekerjaan , studi , tekanan emosional  dalam keluarga terjadi  pada tingkat yang paling berat. Pada resiko  bunuh diri  dapat meningkat selama  menopause . Kebanyakan  pasien dengan  gangguan efektif  bipolar  secara potensial  dengan terapi  yang optimal dapat kembali ke fungsi  yang normal  Dengan  pengobatan yang  kurang optimal  hasilnya kurang dan dapat  kambuh untuk melakukan bunuh diri  lagi. Data data menunjukan  bahwa  pengobatan sering  kurang optimal.
Studi Longutidinal  bahwa pasien  dengan kecendurungan  bunuh diri  pada kasus dengan afektif  bipolar 50 % dapat dikurangi dengan terapi maintenance / pemeliharaan  dan terapi  depresi yang tepat.

Pasien dengan  gangguan bipolar membutuhkan dorongan untuk  mencari dan mempertahankan  pengobatan  dan tindak lanjutnya  dengan segala  keterbatasanya  lithium  merupakan  pengobatan untuk  gangguan bipolar  yang telah lama  digunakan  meskipun banyak  obat - obat generasi baru  yang ditemukan, namun  efektifitas pencegahan  bunuh diri  masih belum jelas..
BUNUH DIRI DENGAN SKIZOFRENIA
            Hampir 24 juta  orang di seluruh dunia  menderita gangguan  skizofrenia dengan angka kejadian  7 per 1000 penduduk , (pada wanita dan pria sama ) diperkirakan terdapat  4 – 10 % resiko kejadian bunuh diri  sepanjang rentang  kehidupan penderita  skizofrenia  dan 40 %  angka percobaan bunuh diri . Studi yang  yang dilakukan  WHO  melaporkan bahwa  angka kematian tertinggi   pada kasus skizofrenia  disebabkan karena bunuh diri . Faktor resiko  bunuh diri pada pasien  skizofrenia  termasuk  terdapat gejala gejala positp terdapat  ko – morbilitas  depresi , kurangnya terapi , penurunan  tingkat perawatan , sakit kronis , tingkat pendidikan tinggi  dan  pengharapan  akan tampilan kerja  yang tinggi biasanya  terjadi pada  fase awal dari  perjalanan penyakitnya.
Jika  kita harus melaksanakan  pencegahan  pada pasien  dengan skizofrenia  , sangat penting  diperhatikan  bahwa orang  yang bekerja  di pelayanan kesehatan  mental memperoleh  pelatihan pengkajian  resiko dan manajeman , yang biasanya  hanya cukup didasarkan  atas pengalaman saja.

Pelatihan seharusnya  memberi  penekanan  pada kemampuan mengenali  ko- morbiditas  yang ditemukan  memperberat  resiko kejadian bunuh diri  seperti depresi  , penggunaan Napza  dan hilangnya kemampuan  fungsional .

Langkah- langkah sederhana  untuk memperbaiki  penyimpanan dokumen  dan perencanaan perawatan  yang dapat membantu  seluruh team kesehatan , memahami semua faktor  resiko  dan bagaimana cara memperkecil  juga penting  diperhatikan  untuk kebutuhan  komunikasi  yang baik antara   anggota team , dokter , perawat  dan keluarga penderita,

Mencegah bunuh diri  pada penderita  dengan skizofrenia  pada masa mendatang  diharapkan  akan tersedia  pengobatan yang lebih baik, bagi penderita skizofrenia  sangatlah penting bagi  pemberi layanan  dan keluarga terdekat  dari pasien  untuk  memberi dorongan  semangat  dalam menjalani hidup.

Penekananya  ada perbaikan  yang berasal  dari laboratorium  ilmiah pada  beberapa  tahun mendatang . Pada tahun 2005 jurnal  Psikiatri  di Inggris  menerbitkan  analisa dari  sejumlah data dari studi kejadian  bunuh diri  dari seluruh dunia : Temuan  yang penting  dari analisa  itu adalah  bahwa  suicide / bunuh diri  lebih sering terjadi  pada pasien skizofrenia  yang mengalami agitasi / gelisah  dan mengatakan perasaan tidak bermakna dan tidak punya harapan   juga  ketika mereka  mempunyai sejarah  pikiran bunuh diri  dan percobaan bunuh diri . Sejarah bunuh diri  dalam keluarga  juga meningkatkan  resiko.
Temuan lain dari studi tersebut  :
  • Suasana lingkungan  pasien skizofrenia  berpengaruh  pada resiko , mereka yang tinggal sendirian, atau mereka  yang tidak tinggal  bersama keluarga  , meningkatkan resiko  bunuh diri
  • Kehilangan yang  baru dialami ( seperti perceraian  atau kematian ) :  meningkatkan angka  kejadian  , meskipun  pada penduduk  kebanyakan   juga  dapat terjadi
  • Orang dengan latar belakang  pendidikan  lebih baik  resikonya  lebih  baik  resikonya  lebih tinggi  untuk melakukan  bunuh diri.  Hal ini  merefleksikan   pemahaman  atau ketakutan  akan adanya  kecacatan mental.
  • Kurang taat  pada pola  pengobatan  sangat  meningkatkan resiko . Pada banyak pasien  penggunaan obat  yang mempunyai  efek anti psikotik  sangat disarankan.
  • Alkohol  bukan merupakan  faktor resiko  yang utama  pada pasien  skizofrenia  tetapi penyalahgunaan  obat sangat  berkorelasi  terhadap  pengobatan resiko  Penyalahgunaan  obat bisa  terjadi 2  kali  lipat dibandingkan  dengan  populasi  pada umumnya,
Periode  waktu tertinggi  terjadinya  Bunuh Diri :
Pasien  Skizofrenia  membutuhkan  dukungan  dan pengobatan:
  • Mengalami serangan psikotik akut sehingga  tidak ada  kontak  dengan realitas
  • Periode mereka  mengalami depresi  berat
  • Masa 6 – 7 bulan pertama  setelah mereka  indikasi (setelah dapat  memahami bahwa  mereka  menderita  penyakit skizofrenia  dengan gejala implikasinya.)
  • Periode setelah pulang dari Rumah Saki. Perencanaan pemulangan  harus disusun  dengan seksama  jika dimungkinkan  pasien  dengan resiko  tinggi  sebaiknya  tidak  dibiarkan  menyendiri  dalam waktu lama. Bunuh diri sering  terjadi  jika pasien  derngan skizofrenia  telah ditinggal  sendirian  sepanjang  hari.
PENYALAHGUNAAN  ZAT DAN BUNUH DIRI
Para peneliti  di bidang kesehatan  secara  internasional  menyatakan  bahwa alkohol  merupakan zat  yang paling banyak  penyalahgunaanya  secara global, luasnya  masalah minum  minuman  keras sangat bervariasi  mencapai lebih  kurang  1,7 % penduduk dunia  penyalahgunaan  alkohol . Angka kejadian ( prevalensi )  penyalahgunaan  dan ketagihan  zat yang bersifat   melanggar hukum  pada setiap negara  bervariasi  dari 0,4 % - 4 %. Pada th 2003  WHO  memperkirakan  5 juta  orang menggunakan  obat  suntik  untuk tujuan  penyalahgunaan.
Pada studi  yang meneliti  faktor resiko  yang dialami  penderita mengarah  pada upaya bunuh diri  penyalahgunaan  zat dan minuman keras  lebih sering terjadi  pada kelompok  remaja  dan dewasa  awal dibanding kan dengan usia  dewasa juga , jenis kelamin  pria lebih beresiko  baik untuk penyalahgunaan zat maupun bunuh diri.Uantuk kelompok  resiko seperti penduduk asli  yamg tinggal  pada lingkungan  yang mayoritas  bersifat individual  , depresi  dan penyalahgunaan  alkohol secara  bersama dapat  sebagai faktor  resiko penyebab  bunuh diri

Masalah penyalahgunaan  zat dan alkohol  dapat menyebabkan bunuh diri  dalam beberapa hal. Orang yang menggunakan dan menyalahgunaan  zat sering  mempunyai faktor  resiko lain untuk  untuk bunuh diri. Disamping depresi  mereka juga  cenderung mempunyai  permasalahan sosial dan ekonomi , penyalahgunaan  zat cenderung  lebih sering terjadi  diantara orang- orang  yang implusip dalam bertindak , termasuk pada jenis- jenis perilaku  beresiko yang dapat  menyebabkan  pecenderaan  diri juga .intoksikasi  akan lebih muda  melakukan bunuh diri  secara impulsif  dan agresip  untuk keluar  dari kondisi intoksikasinya.
Faktor  faktor  penting yang berhubungan  dengan penyalahgunaan  zat dan bunuh diri:
  • Orang yang mengalami ketergantungan  berat dengan alkohol  atau alkoholis  mempunyai resiko  tinggi untuk bunuh diri
  • Depresi dan gangguan perasaan lain  berkaitan dengan  kejadian bunuh diri , penyalahgunaan obat  mengalami  peningkatan  depresi : apabila  tidak diobati , penyalahgunaan  obat memperburuk  kondisi  gangguan perasaan
  • Percobaan bunuh diri  terjadi lebih sering  pada  episode minum  yang  bringe
  • Orang yang perilaku  minumnya menyebabkan  masalah di tempat kerja  mengalami  6 kali lebih banyak  mengalami bunuh diri  di rumah.
  • Peminum yang telah mendapatkan perawatan  di rumah sakit  karena masalah yang berhubungan  dengan penyalahgunaan  alkohol akan  mengalami 10 kali  lebih besar terjadi  resiko bunuh diri  dibandingkan dengan  mereka yang tidak  dirawat , Ketergantungan obat  maningkatkan  resiko  dalam pekerjaan  , keluarga  dan  masalah- masalah kesehatan  fisik  yang akan semakin  memburuk  setiap saat
  • Jika seseorang yang mengalami  ketergantungan alkohol  juga menggunakan kokain  maka resikonya  semakin tinggi
  • Tempat- tempat / daerah  yang rata- rata  semangat penjualanya tinggi  cenderung  mempunyai tingkat bunuh diri yang lebih tinggi
  • Pecandu  alkohol yang meninggal  karena  bunuh diri  cenderung  mempunyai masalah  hubungan dengan  pasangan hidup  dan masalah masalah stressor  hidup lainya  dibandingkan dengan mereka  yang tidak  mencoba bunuh diri.
  • Peneletian di Kanada  menunjukan sampai 80 %  pasien skizofrenia  akan menyalahgunakan  zat pada suatu  waktu tertentu ; penyalahgunaan itu  sangat berhubungan  dengan perilaku bunuh diri
  • Pecandu alkohol  yang beresiko tinggi  dapat diberi batasan  sebagai yang juga  di diagnose  depresi , yang sedang mengalami  perawatan karena  ada upaya bunuh diri  sebelumnya  atau yang telah  mencoba  menyakiti dirinya  diwaktu lampau.
  • Resiko tinggi terjadi setelah lebih  dari 10 tahun mempunyai masalah  sebagai peminum.
Penanganan  Gangguan  Mental  Termasuk Penyalahgunaan Zat  Untuk mengurangi resiko.
            Ada beberapa cara efektif  untuk menurunkan resiko  dari masalah  minum dan penyalahgunaan  zat  pada kelompok remaja, juga telah  ditemukan  pengobatan  yang efektif  dengan menggabungkan  meditasi  dan berbagai macam  psikoterapi  dan kelompok pendukung  untuk  alkohol dan penyalahgunaan zat / pecandu
Terapi baru yang  diberikan kepada orang  yang mengalami  masalah  ketergantungan dan kecenderungan  bunuh diri  telah ditemukan , yang dapat  memberi harapan  untuk penyelamatan banyak individu,
Orang yang minum terlalu banyak  sering mengalami bunuh diri  pada kondisi  dimana  mengalami kesulitan   berat membangun interpersonalnya.

Dengan demikian orang  yang beresiko tinggi   bunuh diri dan  minum terlalu banyak  penanganan melalui  pendekatan keluarga  dapat memberi  harapan lebih baik

Para tenaga  kesehatan  dan konselor  yang menangani  pasien dengan  penyalahgunaan  zat / alkohol  memerlukan pelatihan dan  pemahaman tentang  depresi  dan gangguan jiwa lain  yang dapat menyebabkan  bunuh diri.
Jika  pemberi layanan  ini memahami  gangguan jiwa  lebih  baik , akan membantu  untuk mempermudah  penangan pasien  dengan kecanduan alkohol.

Sejarah Berdirinya RSJ Lawang

         Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Juni 1902. Pengerjaan mendirikan rumah sakit ini dimulai tahun 1884 berdasarkan Surat Keputusan Kerajaan Belanda tertanggal 20 Desember 1865 No.100.  Sebelum Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka, perawatan pasien mental diserahkan kepada Dinas kesehatan Tentara (Militaire Gezondheids Dienst).
        Dalam rangka memperlancar penyaluran pasien ke masyarakat Hulshoff Pol mengajukan rencana perluasan Rumah Sakit Jiwa kepada Departemen Van Onderwijs en Eeredienst.  Dimana pada tahun 1909 jumlah pasien mencapai 1.171 dan usaha-usaha perluasan rumah sakit untuk dapat menampung pasien amat mendesak.  Pada waktu itu beratus-ratus pasien mental masih dititipkan di beberapa penjara sebelum dikirim ke rumah sakit jiwa.  Dalam kurun waktu 1905 - 1906 tercatat salah seorang dokter Indonesia pertama yang bekerja di Rumah Sakit Jiwa Lawang adalah Dr. KRT. Radjiman Wediodiningrat , yang bersama-sama Dr. Soetomo melancarkan pergerakan bangsa pertama yaitu Boedi Oetomo.  Pada saat itu Dr. KRT. Radjiman Wedio diningrat telah mengembangkan pendekatan terapi alternatif dengan pendekatan “ Rassen Psychologie “           
       Usaha perluasan mendapat ijin, dengan pembangunan anex.  Rumah Sakit Jiwa Lawang di desa Suko, terletak lebih kurang 1 km ke arah timur di lereng kaki pegunungan Bromo ( Tengger ).
       Antara tahun 1929 – 1935 kedua RSJ tersebut, Rumah Sakit Jiwa Lawang dan RSJ - anex Suko ditangani oleh 7 orang dokter  dan  seorang  profesor wanita, dengan kapasitas tempat tidur masing-masing 1.200 tempat tidur.  Pada waktu itu RSJ.Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang dikembangkan menjadi pusat penelitian otak. Tahun 1940 jumlah pasien mencapai 3.400 dan pada tahun 1941 meningkat menjadi 4.200 oleh karena harus menampung pengungsian pasien dari koloni di Jawa Timur. Usaha pengadaan fasilitas rumah sakit dan rumah perawatan (Doorganghuizen) merupakan suatu perkembangan yang penting dalam dunia psikiatri.  Untuk meningkatkan pelayanan perawatan pasien di Rumah Sakit Jiwa Lawang, pada waktu itu mulai diadakan kegiatan terapi kerja dan bermacam-macam persiapan untuk usaha hiburan.
       Dalam upaya memperlancar penyaluran pasien mental ke masyarakat, sejak tahun 1926 Rumah Sakit Jiwa Lawang mengantarkan kembali pasien yang sudah tenang ke desanya.  Disusul dengan konsep Doorganghuizen yang diajukan oleh Travaglino.  Bagi pasien yang mengalami defek/kronis dan sudah tenang, ditampung pada koloni pertanian ( Werkenrichtingen ).
       Dalam kurun waktu 1942 - 1945, Rumah Sakit Jiwa Lawang mengalami penurunan pelayanan, karena kurangnya sarana perawatan dan adanya penyakit menular, jumlah pasien menurun sampai 800 orang.  Tahun 1947 jumlah pasien : 1.200 orang, gabungan antara anex Suko dan Rumah Sakit Jiwa Lawang.  Pada tahun 1950-1966 Rumah Sakit Jiwa Lawang menerima pengungsian pasien dari RSJ Pulau Laut (Kalimantan Selatan) sebanyak 120 pasien dan 40 orang pegawai.
       Dalam kurun  waktu  1966  sampai  dengan  sekarang,  mulai  terjadi beberapa pengembangan pengobatan dan perawatan pasien gangguan jiwa baik pada Unit Rawat Inap, maupun Rawat Jalan dan Keswamas. Pengembangan unit penunjang medik berupa pemeriksaan laboratorium(drug monitoring), radio diagnostik, elektromedik.  Sejak tahun 1978, susunan organisasi dan tata kerja Rumah Sakit Jiwa Pusat Lawang diatur oleh SK. Menkes RI. No. 135/Men.Kes/SK/IV/1978.
       Pada tahun 1998 – 2005 telah dibangun 3 gedung utama berlantai tiga untuk mendukung terwujudnya sistem pelayanan terpadu.Dengan tersedianya fasilitas     tersebut diatas, maka kebutuhan pasien dan masyarakat terhadap pelayanan serta akses informasi dapat lebih cepat dan efisien.
      Disamping peningkatan sarana fisik tersebut juga diikuti dengan peningkatan kwalitas SDM melalui program pendidikan berkelanjutan dan penyelenggaraan berbagai training, termasuk penyelenggaraan penelitian pelayanan kesehatan jiwa.
       Dalam perkembangannya pelayanan kesehatan tidak hanya menangani gangguan mental, tetapi juga melayani kasus umum sederhana, kasus narkoba, pemeriksaan psikologi, gigi, laboratorium, radiologi, dan lain-lain.
       Dengan beberapa upaya peningkatan pelayanan yang telah dilakukan, pada usianya yang ke 100 (satu abad) beberapa kendala masih dihadapi seperti kondisi bangunan yang sudah tua, sistem pendukung seperti saluran pipa air, salasar antar ruangan yang kurang berfungsi optimal. Namun demikian kondisi lingkungan, halaman antar ruangan yang luas, sisa lahan yang  masih  luas  merupakan  aset  yang dapat  dikembangkan  serta  mendukung  pelayanan perawatan gangguan mental yang profesional sesuai dengan tuntutan masyarakat.
Pada bulan Januari 2005 RSJ. dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang berhasil memperoleh Sertifikat ISO 9001 : 2000 dalam bidang Manajemen, Pelayanan RSJ dan Keswamas untuk jangka waktu 3 Tahun sampai dengan Desember 2007, untuk Tahun 2008 telah dilakukan sertifikasi ulang, dan  pada tanggal 8 April 2008ISO 9001 – 2000 dari Badan Sertifikasi SGS untuk periode 3 tahun kedua. telah diterima sertifikat
     Tanggal 21 Juni 2007 RSJ dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang telah ditetapkan sebagai  PPK–BLU penuh sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 284/KMK.05/2007 dan SK Menteri Kesehatan No. 756/Men.Kes/SK/VI/2007 tanggal 26 Juni 2007 tentang Penetapan 15 Rumah Sakit Unit Pelaksana Teknis (UPT) Departemen Kesehatan dengan menerapkan PPK–BLU, kemudian pada tanggal 11 Maret 2008 sesuai dengan SK Menkes  254/Menkes/Per/III/2008 bahwa RSJ. dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang telah ditetapkan Struktur Organisasi dan Tata Kelola yang baru untuk mendukung kinerja sebagai Rumah Sakit dengan Pelayanan Badan Layanan Umum. Tanggal 26 Nopember 2008 RSJ ditetapkan sebagai Rumah Sakit telah memenuhi Standart RS dengan status Akreditasi Penuh dengan sertifikat No : ym.01.01/III/4292/08 oleh Menteri Kesehatan RI.

Wanita Juga Punya Masalah Orgasme

          Tak sedikit laki-laki yang mengalami masalah seksual, terutama masalah orgasme yang terlalu cepat dan berakhir dengan ejakulasi dini. Lalu bagaimana dengan wanita? ternyata wanita pun punya masalah serupa, yaitu orgasme dini. 
          Di Portugis telah diadakan penelitian terhadap masalah seksual yang satu ini dengan melibatkan 510 wanita berusia antara 18-45 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan sebuah survey, semua responden diberi kuisioner berisi pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan seks mereka, khususnya dalam masalah orgasme.
          Dari hasil survey tersebut diketahui bahwa 40% wanita mengalami orgasme lebih awal daripada yang mereka inginkan. Menurut peneliti bernama Serafim Carvalho, orgasme dini ini juga sangat mengganggu bagi wanita, bahkan bisa menimbulkan rasa stres tersendiri seperti halnya pada pria. Orgasme dini, baik pada pria maupun wanita, bisa menimbulkan ketidaknyamanan selama berhubungan seks.
“Saya ‘selesai’ dengan sangat cepat, sedangkan kekasih saya belum. Hal ini benar-benar mengganggu saya,” kata seorang wanita seperti dikutip Sidomi News dari Daily Mail.
           Wanita itu juga menambahkan bahwa begitu ia mengalami orgasme, ia tidak merasa nyaman untuk kembali melanjutkan hubungan seks seiring dengan perubahan mood yang terjadi setelah orgasme. Kalau sudah begitu, tentu saja pasangannya mengalami ketidakpuasan dan hal inilah yang membuat wanita merasa bersalah.
          Walau begitu para ahli masih terus melakukan penelitian berkaitan dengan orgasme dini pada wanita. Mereka masih harus menyelidiki penyebab dari problem seksual yang satu ini.
Orgasme dini memang bisa menjadi masalah bagi para wanita, namun ada masalah seks lain yang tampaknya lebih serius dan tentunya lebih mengganggu, yaitu kesulitan mencapai orgasme.
Sebuah studi pada tahun 2010 di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 54% wanita berusia antara 18-30 tahun dilaporkan mengalami kesulitan orgasme, dan hal ini sudah menjadi masalah yang paling umum di kalangan para wanita.

Alasan Wanita Menonton Film Biru

Film biru atau blue film (BF) mampu menaikkan gairah sampai level tertinggi. Film yang berisi adegan “ranjang bergoyang” ini, bahkan sudah menjadi industri yang cukup laris di Amerika dan Jepang. Konsumennya tidak hanya pria. Wanita pun banyak yang tertarik melihatnya meski tidak terlalu terbuka mengungkapkannya.
Ada beberapa alasan yang melandasi keinginan wanita untuk melihat BF:
  • Pengantar masturbasi
Adegan BF kerap dijadikan cara untuk meningkatkan libido wanita. Saat wanita sudah merasa sangat terangsang, maka dilanjutkannya dengan masturbasi untuk mendapatkan kenikmatan seksual.
  • Pembangkit gairah saat foreplay
Bagi suami istri, kadang menjadikan BF sebagai cara untuk makin terangsang. Perlu diketahui, ada beberapa wanita yang kadang sulit terangsang. Dengan melihat BF, wanita tersebut dapat bergairah dan berlanjut dengan seks bersama pasangannya.
  • Mendapatkan tips seks
Adegan dalam BF menjadi “pelajaran” bagi wanita dalam memerlakukan diri kala menjalani hubungan seks bersama pasangan resminya. Misalnya, mengetahui gaya missionari, blowjob, atau doggy. Namun perlu dipahami, semua adegan dalam BF adalah akting semata. Paling baik adalah mencari sendiri gaya bercinta Anda dengan pasangan untuk seks yang lebih baik.
  • Penasaran
Sebagian wanita melihat BF karena penasaran. Mereka ingin tahu apa itu BF seperti yang dilihat para pria.
  • Mamanjakan fantasi
Salah satu cara menjaga seks tetap “panas” adalah memperbarui fantasi seks ketika berhubungan badan. Wanita, yang biasanya untuk berfantasi, menggunakan BF sebagai salah satu jalan memanjakan fatasi seksnya.

Upss!!!! Jangan Asal "Ember" Soal seks

Bermain seks tidak selamanya menimbulkan kesenangan. Tidak sedikit yang mengalami permasalahan selama bercinta dengan pasangan. Hal ini yang kadang mendorong untuk curhat masalah seks-nya pada orang lain, termasuk juga saat memperoleh kenikmatan. Kalau sudah begini, terbongkarlah kehidupan seksualnya meski sang teman berjanji merahasiakannya.
Menceritakan kehidupan seksual sebaiknya tetaplah Anda buat tabu. Karena, efeknya sangat memalukan kalau sampai bocor ke orang lain. Masalah seksual Anda bisa menjadi gunjingan, cemoohan, atau malah banyak pria yang berusaha mendekati Anda. Repot!
Jika Anda memang tidak bisa menahan lagi untuk menceritakan uneg-uneg soal seksual Anda, sebaiknya hindari hal berikut:
  • Jauhi menceritakan keintiman Anda di internet. Kalau sampai pasangan Anda melihatnya, akan hilang kepercaannya pada Anda. Dan, dapat berujung dengan putus hubungan.
  • Tidak membahasnya di kantor. Tempat ini sangat kurang tepat untuk mengekpresikan hal pribadi yang seharusnya tersembunyi. Takutnya, curhatan Anda akan disalahartikan dan meluas penyimaknya. Tunggu sampai di rumah sebelum menelepon teman.
  • Hindari curhat dengan orang yang salah. Seleksilah teman Anda yang sekiranya mampu menjaga rapat rahasia Anda dan katakan padanya untuk berjanji tidak meneruskan curhat Anda pada siapa pun, termasuk pasangannya. Curhat pada sembarang orang hanya akan membuat cerita Anda tersebar.
  • Terakhir, sebaiknya pasangan Anda tahu jika Anda curhat soal seks pada seseorang. Agar, pasangan juga nyaman. Tapi, apa pun bentuk senang susahnya seks yang teramat pribadi, lebih baik disimpan sendiri buat Anda berdua.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites